
Pantau - Pendiri sekaligus penasihat AirAsia yang juga menjabat sebagai CEO Capital A dan Co-Founder AirAsia itu menekankan bahwa kewirausahaan bukan sekadar mengejar valuasi, melainkan tentang membangun bisnis yang berdampak.
Prinsip pertama yang ia tekankan adalah memiliki pola pikir yang tepat sebelum memulai usaha dan tidak menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama.
Ia menyampaikan, "Jangan membangun bisnis karena ingin jadi kaya. Bangunlah karena anda punya passion dan ingin membuat perubahan.", ungkapnya.
Menurut Tony, jika motivasi awal dilandasi passion dan keinginan menciptakan perubahan, maka keuntungan finansial akan datang sebagai hasil dari kerja keras dan dedikasi.
Prinsip kedua adalah pentingnya dikelilingi oleh orang-orang hebat yang mampu memperkuat fondasi bisnis.
Ia mengatakan, "(Berwirausaha) bukan tentang anda, tapi tentang tim anda. Anda mungkin punya visi, tapi anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri.", tegasnya.
Tony mencontohkan pengalamannya saat mengambil alih AirAsia pada 2001 seharga 1 ringgit Malaysia ketika maskapai itu hampir bangkrut dengan utang sekitar 11 juta dolar AS.
Berkat kerja kolektif dan kekompakan tim, dalam dua tahun utang tersebut berhasil dilunasi dan AirAsia kembali mencetak laba hingga berkembang menjadi salah satu maskapai bertarif rendah atau low cost carrier terbesar di dunia.
Prinsip ketiga adalah memilih bisnis yang unik dan menyesuaikannya dengan ceruk pasar yang tersedia.
Saat memulai AirAsia, industri penerbangan didominasi layanan mahal sehingga ia melihat peluang menghadirkan konsep low cost carrier yang saat itu belum lazim di Asia Tenggara.
Prinsip keempat adalah memiliki ketangguhan mental karena dunia usaha penuh tantangan dan masa sulit.
Ia menegaskan, "Bisnis itu keras. Jangan merasa kasihan pada diri sendiri. Selama anda masih hidup, anda bisa melewatinya.", ujarnya.
Prinsip kelima adalah menikmati proses berwirausaha sebagai pilihan hidup yang memberi kesempatan menciptakan lapangan kerja.
Ia menyatakan, "Menciptakan lapangan pekerjaan adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan.", katanya.
Pada akhir wawancara, Tony memberikan pesan penutup, "Yang terakhir have fun! Bangun bisnis yang memberikan dampak, dan jangan hanya berpikir untuk menjadi miliuner. Jika kamu memang cerdik (berwirausaha), hal itu (profit) akan datang dengan sendirinya.", pungkasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








