
Pantau - Dua komoditas pangan yakni cabai merah besar dan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami kenaikan signifikan pada awal Ramadhan 1447 Hijriah akibat berkurangnya pasokan.
Pedagang cabai bernama Andi menyebutkan harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp40.000 per kilogram.
Ia mengatakan, "Harga cabai merah besar hari ini Rp40 ribu per kilogram. Sekarang lagi lumayan naik, lumayan mahal. Sudah naik sejak sekitar semingguan, naiknya bertahap," kata Andi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.
Sebelumnya harga cabai merah besar berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram namun naik karena berkurangnya pasokan.
Andi menjelaskan, "Awalnya sempat Rp25-30 ribu per kilogram, semakin naik, naik. Kalau naik itu berarti stoknya menipis. Kalau lagi mahal biasanya karena barangnya sedikit," ujar Andi.
Ia menambahkan, "Perkiraan naik atau tidaknya selama Ramadhan tergantung stok di lokasi pusat. Kalau banyak stoknya ya turun lagi harganya. Kalau stok sedikit bisa naik lagi," katanya.
Selain cabai harga bawang merah juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Pedagang bawang merah Aril menyebutkan harga bawang merah kupas dijual Rp42.000 per kilogram sedangkan bawang merah berkulit ukuran besar mencapai sekitar Rp50.000 per kilogram.
Aril mengatakan, "Harga bawang merah yang kupas Rp42 ribu per kilogram. Kalau yang kulit, yang besar-besar, sekitar Rp50 ribuan," katanya.
Ia menjelaskan, "Harganya ini sedang naik, mulai naik dari tiga hari lalu sekitar tanggal 15-16 Februari. Awalnya Rp35 ribuan per kilogram, sekarang sudah Rp40-50 ribuan," ujarnya.
Aril menduga kenaikan disebabkan berkurangnya pasokan dari sentra produksi Brebes, Jawa Tengah dan mengatakan, "Menurut saya kenaikan ini karena dari Brebes stoknya mulai jarang, agak susah," katanya.
Ia memperkirakan, "Kayaknya selama Ramadhan diperkirakan akan naik terus sampai Rp60 ribu per kilogram," ujar Aril.
Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun menyampaikan bahwa pengawasan terus dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Ia mengatakan sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan Bareskrim Polri serta menyatakan, "Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan," kata Agus di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 18 Februari.
Agus berharap, "Kami berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Kalau suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan








