Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bulog Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah), didampingi Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo (ketiga kanan), Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto (kedua kanan), Direktur Pemasaran Febby Novita (kiri) dan pejabat lainnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Sembako selama Ramadhan hingga jelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jakarta, Sabtu (21/2/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Perum Bulog memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah agar ketersediaan beras, minyak, dan komoditas strategis tetap aman dan terkendali.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam rapat koordinasi di Jakarta, Sabtu, 21 Februari 2026.

Rapat koordinasi melibatkan Perumda Pasar Jaya, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, serta para pemangku kepentingan terkait.

"Hari ini kami dengan Dinas Perdagangan, Kepala Dinas KPKP Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian dan PD Pasar Jaya, maupun teman-teman yang ada di seluruh Tanah Air, kita bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mencari solusi supaya harga-harga tetap terkendali seperti kemarin pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru,", ujar Rizal.

Langkah penguatan sinergi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian, lembaga, BUMN, BUMD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terlibat aktif mengantisipasi gejolak harga.

Upaya stabilisasi juga merujuk pada kebijakan Badan Pangan Nasional terkait pembentukan Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Bulog menyiapkan langkah preventif dan responsif melalui penguatan Cadangan Beras Pemerintah, distribusi beras SPHP, Minyakita, serta operasi pasar jika terjadi kenaikan harga signifikan.

Rizal menegaskan Bulog memastikan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan cukup selama Ramadan dan Idul Fitri.

"Kami juga siap bergerak cepat melakukan operasi pasar bersama pemerintah daerah apabila terdeteksi adanya kenaikan harga yang tidak wajar,”, tegas Rizal.

Bulog bersama Perumda Pasar Jaya sepakat menghadirkan Kios Bulog di 146 Pasar Jaya Jakarta sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog yang akan menyuplai beras SPHP dan Minyakita kepada para pengecer.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menyatakan stok di tingkat perkulakan dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 2026.

“Selain itu, menjelang HBKN Idul Fitri 2026 kami juga menggelar bazar cabai rawit merah dan cabai merah keriting di gerai-gerai Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,”, ujar Agus.

Pasar Jaya juga rutin menggelar bazar dan pasar murah di kantor kelurahan, kecamatan, serta lokasi strategis lainnya.

Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan pengendalian inflasi dilakukan melalui monitoring intensif harga dan stok bahan pokok.

“Monitoring harga bahan pokok kami lakukan secara rutin melalui sistem SP2KP dan IPJ, baik di pasar rakyat maupun ritel modern. Untuk MinyaKita, kami menggandeng BULOG dan stakeholder terkait agar penyaluran langsung kepada pedagang di pasar prioritas berjalan optimal sehingga harga tetap sesuai HET,” jelasnya.

Pengawasan juga mencakup distribusi Minyakita dan LPG 3 kg di seluruh wilayah administrasi dengan inspeksi pasar secara berkala melalui koordinasi lintas instansi.

Jika ditemukan lonjakan harga, langkah strategis dan taktis akan segera dilakukan agar harga kembali stabil.

Penulis :
Aditya Yohan