Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bank NTT Siapkan Kuota KUR Rp350 Miliar pada 2026, Fokus UMKM dan Pekerja Migran

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bank NTT Siapkan Kuota KUR Rp350 Miliar pada 2026, Fokus UMKM dan Pekerja Migran
Foto: Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus dalam diskusi publik terkait KUR dan UMKM yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT di Kupang, Sabtu 21/2/2026 (sumber: ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Pantau - Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT menyiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 dengan total kuota Rp350 miliar untuk mendukung pelaku UMKM dan pekerja migran.

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menyampaikan bahwa "Penyaluran KUR Bank NTT memang beberapa waktu lalu sempat dihentikan karena adanya kredit bermasalah yang cukup besar. Namun, pada 2026 kami sudah mendapatkan kuota KUR sebesar Rp350 miliar, di mana Rp50 miliar dialokasikan untuk pekerja migran," ungkapnya.

Kuota KUR tahun 2026 tersebut dirinci sebesar Rp100 miliar untuk KUR mikro, Rp200 miliar untuk KUR kecil, dan Rp50 miliar untuk KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bank NTT menargetkan sekitar 3.450 debitur baru KUR pada 2026 di wilayah NTT.

Charlie Paulus mengatakan bahwa "Target debitur baru KUR 2026 di NTT sekitar 3.450 orang, khusus KUR penempatan PMI menargetkan sedikitnya 1.000 debitur," ujarnya.

Skema Khusus KUR PMI dengan Bunga Rendah

Program KUR PMI dinilai menjadi peluang karena jumlah pekerja migran asal NTT tergolong cukup banyak.

Melalui skema tersebut, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan berbunga rendah sekitar 6 persen dengan plafon hingga Rp100 juta.

Pembiayaan itu digunakan untuk kebutuhan persiapan menjadi pekerja migran seperti pelatihan, biaya visa, tiket pesawat, dan biaya hidup sementara di negara tujuan.

Charlie Paulus menegaskan bahwa "Pembiayaan ini diperlukan karena dalam persiapan menjadi pekerja migran, mereka harus mengikuti pelatihan, membayar biaya visa, tiket pesawat, serta biaya hidup sementara di negara tujuan," jelasnya.

Dorong Graduasi Mandiri Debitur

Ia menekankan bahwa KUR bukan bantuan gratis melainkan pinjaman yang wajib dikembalikan sebagai dukungan akses permodalan berbunga rendah.

Charlie Paulus mengilustrasikan bahwa "Kalau saya istilahkan, KUR itu ibarat doping bagi pengusaha yang masih lemah supaya dibantu terlebih dahulu, dengan harapan suatu saat mereka meningkat menjadi pengusaha yang sudah kuat dan tidak memakai KUR lagi," katanya.

Pemerintah disebut memiliki anggaran terbatas sehingga UMKM yang sudah kuat diharapkan tidak lagi memanfaatkan KUR agar pembiayaan dapat diberikan kepada pelaku usaha lain yang masih membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa "Tujuan akhir KUR adalah mempersiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar kredit komersial," tegasnya.

Bank NTT berkomitmen mendorong debitur melakukan graduasi mandiri melalui pembatasan akses KUR bagi sektor perdagangan non-ekspor setelah empat kali pinjaman.

Selain itu, Bank NTT meningkatkan efisiensi usaha melalui skema bunga yang kompetitif dan terukur serta memberikan insentif bagi pelaku UMKM agar bertransformasi menjadi debitur graduasi yang mandiri.

Penulis :
Arian Mesa