
Pantau - Pertumbuhan sektor jasa keuangan sebesar 7,92 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025 menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.
Kinerja tersebut dilaporkan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2021.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dalam Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar secara daring di Jakarta menyebut angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan semakin kokoh sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Ini adalah sinyal bahwa kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional terus menguat, sekaligus mencerminkan dinamika ekonomi yang semakin sehat dan progresif," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Pendalaman Pasar Keuangan Meningkat
Elvi menambahkan bahwa peningkatan kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap produk domestik bruto.
Menurutnya, rasio tersebut menunjukkan semakin dalamnya pendalaman pasar keuangan atau financial deepening di Indonesia.
Ia berpendapat capaian itu mengindikasikan meningkatnya partisipasi publik di pasar modal, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi.
Selain pertumbuhan aset, diversifikasi produk keuangan yang semakin luas turut menjadi indikator penting dari pencapaian tersebut.
Instrumen investasi yang semakin beragam, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, hingga produk derivatif, memberikan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat.
"Makin banyak produk keuangan yang tersedia, semakin besar pula kesempatan masyarakat untuk menyesuaikan instrumen investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka," ujarnya.
Diversifikasi tersebut juga mencerminkan semakin matangnya infrastruktur dan regulasi pasar keuangan nasional.
Perlu Penguatan Literasi dan Manajemen Risiko
Namun, Elvi mengingatkan pemerintah maupun otoritas pasar modal untuk tetap meningkatkan ketahanan publik atau investor terhadap risiko fluktuasi pasar.
Ia menilai pertumbuhan yang tinggi perlu diimbangi dengan penguatan literasi keuangan dan perlindungan investor.
"Fluktuasi pasar adalah keniscayaan. Karena itu, pemerintah dan otoritas perlu memperluas edukasi literasi keuangan, memperkuat transparansi emiten, serta menyediakan instrumen lindung nilai hedging yang lebih mudah diakses oleh investor ritel," jelasnya.
Ia juga mendorong pengembangan instrumen stabilisasi pasar, peningkatan kualitas pengawasan, serta penguatan manajemen risiko di lembaga jasa keuangan.
- Penulis :
- Arian Mesa
- Editor :
- Arian Mesa







