
Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan pasokan beras nasional selama Hari Besar Keagamaan Nasional puasa Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman dengan stok mencapai 3,2 juta ton.
Rizal menyampaikan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini sekitar 3,2 juta ton dan terus mengalami penambahan melalui program serapan gabah serta beras petani di dalam negeri.
"Kalau beras, alhamdulillah masih 3,2 juta ton. Bahkan sekarang (stoknya) nambah, sampai dengan hari ini sudah nambah lebih kurang sekitar 100.000 ton." ungkapnya.
Dalam periode satu bulan terakhir pada Januari 2026, tambahan stok Cadangan Beras Pemerintah tercatat sekitar 100.000 ton.
Ketersediaan cadangan tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
"Alhamdulillah ini berkat kerja sama dari seluruh para petani maupun teman-teman yang ada di lapangan untuk menyerap gabah-gabah para petani, yang kami olah menjadi beras." ia mengungkapkan.
Selain memastikan stok beras, Bulog juga menjamin distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan terbaru pemerintah terkait skema Domestic Market Obligation sebesar 35 persen.
Dalam skema terbaru tersebut, penyaluran Minyakita dilakukan langsung oleh BUMN Pangan termasuk Bulog tanpa melalui distributor guna membuat distribusi lebih terkendali dan efisien.
Minyakita didistribusikan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok di seluruh Indonesia.
Harga Minyakita dari gudang dipatok Rp14.500 per liter dengan harga eceran tertinggi kepada masyarakat sebesar Rp15.700 per liter.
"Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen." tambahnya.
Bulog telah memulai penyaluran langsung Minyakita sejak 1 Januari 2026 dengan stok yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter per bulan.
Selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, Bulog menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan distribusi komoditas strategis khususnya beras dan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga serta menjamin kecukupan pasokan bagi masyarakat selama periode Ramadhan dan Lebaran.
- Penulis :
- Gerry Eka








