Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DMDI Indonesia dan Artha Graha Peduli Salurkan 10.000 Bingkisan Ramadhan untuk Korban Banjir Sumatera

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DMDI Indonesia dan Artha Graha Peduli Salurkan 10.000 Bingkisan Ramadhan untuk Korban Banjir Sumatera
Foto: (Sumber: Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam Indonesia Said Aldi Al Idrus memberikan bingkisan Ramadhan kepada sejumlah warga terdampak bencana Sumatera. ANTARA/HO-DMDI Indonesia.)

Pantau - Dunia Melayu Dunia Islam Indonesia bersama Artha Graha Peduli menyalurkan 10.000 bingkisan Ramadhan kepada anak yatim dan duafa korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak bencana di wilayah Sumatera guna meringankan beban selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Selain menyalurkan bingkisan, tim juga melakukan pembersihan rumah ibadah dan sejumlah sekolah di daerah terdampak banjir.

Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus mengatakan seluruh bantuan dan tim yang diturunkan turut membantu pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Seluruh bantuan maupun tim yang diturunkan telah membantu warga. Kemudian yang paling penting juga membantu pemerintah mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya.

DMDI Indonesia dan Artha Graha Peduli juga menggelar kegiatan buka puasa bersama warga terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian sosial.

“Buka puasa bersama dan pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir bandang dan longsor ini semoga dapat meringankan beban masyarakat saat menjalankan ibadah puasa,” kata Said Aldi.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah permasalahan yang perlu ditangani dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera khususnya di Aceh.

Penulis :
Gerry Eka