Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Minta Presiden Batalkan Impor 105.000 Pick-Up, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kadin Minta Presiden Batalkan Impor 105.000 Pick-Up, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional
Foto: (Sumber: Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin (ANTARA/HO-Kadin).)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia meminta Presiden membatalkan rencana impor 105.000 unit mobil pick-up untuk kendaraan niaga operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih karena dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi.

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” ujarnya.

Ia menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up berisiko mematikan industri otomotif nasional dan tidak memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian domestik.

“Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif yang sedang tumbuh,” tegasnya.

Kadin menyebut industri otomotif dalam negeri telah menyatakan kesiapan memenuhi kebutuhan kendaraan bagi program Koperasi Desa Merah Putih dengan kapasitas produksi pick-up mencapai ratusan ribu unit per tahun.

Tingkat komponen dalam negeri disebut telah di atas 40 persen dan didukung jaringan layanan purna jual yang luas.

Saleh menekankan kebijakan impor perlu diselaraskan dengan visi industrialisasi pemerintah yang menekankan hilirisasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

“Namun secara kebijakan industri, pemerintah tetap harus berhati-hati agar pembangunan koperasi desa tidak justru melemahkan utilisasi pabrik otomotif dalam negeri,” katanya.

PT Agrinas Pangan Nusantara disebut berencana mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India secara bertahap sepanjang 2026 untuk mendukung operasional koperasi desa.

Impor tersebut terdiri atas 35.000 unit pikap 4x4 produksi Mahindra and Mahindra Ltd, 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, serta 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama.

Sementara itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pick-up secara mandiri.

Ia menyatakan apabila pengadaan 70.000 unit pick-up 4x2 dipenuhi dari produksi dalam negeri maka akan memberikan dampak ekonomi ke belakang sekitar Rp27 triliun.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Tria Dianti