Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BRIN Menyiapkan Peranti Sistem Peringatan Dini Banjir dan Erosi untuk Mitigasi Bencana

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Menyiapkan Peranti Sistem Peringatan Dini Banjir dan Erosi untuk Mitigasi Bencana
Foto: (Sumber : Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dalam peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional sedang menyiapkan peranti sistem peringatan dini atau early warning system untuk mengantisipasi bencana banjir dan erosi yang kerap terjadi tanpa peringatan.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa "Sekarang (yang) sedang kita siapkan adalah riset tentang bagaimana early warning system untuk banjir dan erosi,", ujarnya.

Arif menjelaskan peranti sistem peringatan dini sangat dibutuhkan dalam mitigasi bencana agar tidak menimbulkan banyak korban di masa mendatang.

Ia mengatakan bahwa "Jadi selama ini banjir dan erosi kita tidak tahu tiba-tiba datang, dan ke depan kita bisa ada early warning system ya,", katanya.

Arif menuturkan riset terkait peranti sistem peringatan dini banjir dan erosi dimulai pada tahun 2026.

Ia berharap bahwa "Moga-moga di akhir 2026 kita sudah bisa memiliki teknologi early warning system untuk banjir dan erosi,", ungkapnya.

Peranti sistem peringatan dini banjir dan erosi menjadi salah satu proyek riset BRIN yang nantinya akan diserahkan kepada masyarakat di Sumatera.

Sebelumnya BRIN telah mengirimkan sejumlah unit mesin Arsinum atau Air Siap Minum untuk membantu masyarakat Sumatera dalam mengakses air layak minum.

Selain itu BRIN juga mengerahkan pesawat nirawak atau drone Ground Penetration Radar untuk mendukung proses rekonstruksi dan evakuasi.

Teknologi Ground Penetration Radar mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah.

Teknologi tersebut membantu pencarian korban serta pemetaan kondisi tanah di wilayah rawan longsor.

Penulis :
Aditya Yohan