Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Serap 30 Ton Gabah dari Sawah Terdampak Banjir di Jawa Tengah demi Jaga Stabilitas Harga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Serap 30 Ton Gabah dari Sawah Terdampak Banjir di Jawa Tengah demi Jaga Stabilitas Harga
Foto: (Sumber : Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto (kanan). ANTARA/HO-Perum Bulog Jateng.)

Pantau - Perum Bulog membeli sekitar 30 ton gabah dari berbagai areal sawah siap panen di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang terdampak banjir sebagai upaya menjaga harga tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Pembelian gabah terdampak banjir tersebut tetap mengacu pada harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa secara fisik gabah yang diserap terlihat lebih kotor dan berwarna kehitaman karena tercampur lumpur akibat banjir.

Meski demikian, ia memastikan kualitas buliran gabah masih baik dan tetap layak diproses karena tidak terlalu lama terendam banjir.

"Kalau dilihat bulirannya memang besar-besar karena memang sudah mendekati masa panen," ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Bulog untuk tetap menyerap gabah petani di wilayah terdampak banjir dengan harga sesuai HPP.

Menurutnya, langkah serupa juga akan dilakukan di daerah lain selama terdapat informasi resmi dari dinas pertanian setempat.

Prihasto mengimbau petani terdampak banjir yang lahannya siap panen agar melakukan penanganan awal sebelum menjual gabah ke Bulog atau mitra penggilingan.

Ia menyarankan agar gabah yang sebelumnya terendam banjir diangin-anginkan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air dan kotoran.

"Gabah yang terlalu basah atau terlalu banyak kotorannya justru akan merusak mesin pengering," tegasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas gabah sekaligus memperlancar proses pengeringan dan penggilingan di tingkat mitra Bulog.

Penulis :
Ahmad Yusuf