
Pantau - Nilai tukar rupiah dibuka melemah 42 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp16.829 per dolar AS pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.787 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menekan stabilitas pasar keuangan.
Tekanan utama berasal dari memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik.
Sentimen pasar menunjukkan rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan seiring dampak ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Proyeksi pasar pada Jumat sebelumnya juga mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan apabila ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menjadi konflik terbuka.
Ketegangan tersebut dinilai memberikan dampak negatif terhadap stabilitas pasar keuangan global, termasuk terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Stabilitas kebijakan moneter yang diterapkan Bank Indonesia sebelumnya sempat mendukung ketahanan rupiah dalam beberapa hari terakhir sebelum kembali tertekan sentimen eksternal.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan geopolitik dan respons kebijakan otoritas moneter untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







