Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ketegangan AS–Israel dan Iran Tekan Rupiah, Ditutup Melemah ke Level Rp16.905 per Dolar AS

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Ketegangan AS–Israel dan Iran Tekan Rupiah, Ditutup Melemah ke Level Rp16.905 per Dolar AS
Foto: Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS (sumber: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, melemah 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.905 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.892 per dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan Geopolitik Picu Penguatan Dolar AS

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang terus mendekati level 100.

"Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh tren peningkatan index dollar yang masih berlanjut terus mendekati 100 masih dipengaruhi risiko perang terbuka AS-Israel dan Iran," ungkapnya.

Situasi geopolitik semakin memanas setelah Iran menyatakan tidak memiliki rencana melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan akan melanjutkan permusuhan di antara kedua negara.

Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai Amerika Serikat.

Ia juga menyatakan Iran memiliki kemampuan melanjutkan perang karena pengalaman selama delapan tahun dalam Perang Iran-Irak pada periode 1980 hingga 1988.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan tidak akan membiarkan serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Serangan pada Sabtu tersebut menargetkan sejumlah lokasi di Iran termasuk di Tehran yang dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut.

Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

IRGC menyatakan Amerika Serikat dan Israel menyerang sekolah, rumah sakit, stadion, restoran, serta gedung pernikahan untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat Iran.

IRGC juga menyebut jumlah korban jiwa warga sipil telah melampaui 700 orang.

Minat Obligasi Pemerintah Menahan Pelemahan Rupiah

Dari sisi domestik, penurunan outlook rating Indonesia oleh lembaga pemeringkat Fitch turut menambah kekhawatiran pelaku pasar.

Meski demikian, meningkatnya minat investor terhadap obligasi pemerintah membantu menahan pelemahan rupiah agar tidak semakin dalam.

Rully Nova menyebut peningkatan paling besar terjadi pada obligasi tenor tujuh tahun dengan yield turun 4,4 basis poin.

Penurunan yield juga terjadi pada tenor delapan tahun sebesar 4,1 basis poin, tenor sembilan tahun sebesar 3,1 basis poin, serta tenor 10 tahun sebesar 2,1 basis poin.

"Obligasi pemerintah masih menawarkan yield yang cukup menarik dan likuiditasnya yang masih tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama justru bergerak menguat ke level Rp16.886 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.911 per dolar AS.

Penulis :
Leon Weldrick