Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Satgas Transisi Energi Dibentuk Presiden Prabowo untuk Percepat Konversi Motor Listrik dan Pengembangan PLTS

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Satgas Transisi Energi Dibentuk Presiden Prabowo untuk Percepat Konversi Motor Listrik dan Pengembangan PLTS
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5/3/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas atau satgas transisi energi guna mempercepat implementasi berbagai program energi bersih di Indonesia termasuk konversi kendaraan bermotor konvensional menjadi kendaraan listrik.

Pembentukan satgas tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Bahlil menjelaskan bahwa Presiden menugaskannya untuk memimpin langsung satgas tersebut agar pelaksanaan program transisi energi dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

"Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini. Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat," ungkapnya.

Percepatan Konversi Motor Listrik

Pemerintah menyoroti jumlah kendaraan roda dua di Indonesia yang mencapai sekitar 120 juta unit sehingga konversi motor konvensional menjadi motor listrik dinilai sangat penting dalam upaya transisi energi nasional.

Satgas tersebut akan fokus mempercepat proses perubahan dari motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik agar penggunaan energi bersih semakin luas di masyarakat.

Presiden Prabowo menargetkan implementasi program transisi energi dan konversi kendaraan listrik dapat berjalan maksimal dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun.

"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," ujarnya.

Dorong Pengembangan PLTS dan Efisiensi Subsidi

Selain konversi kendaraan, satgas juga akan memastikan berbagai program transisi energi lain dapat segera dijalankan termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt.

Program tersebut juga mencakup percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia sebagai bagian dari strategi pengurangan penggunaan energi fosil.

Pemerintah menilai percepatan transisi energi tidak hanya meningkatkan penggunaan energi bersih tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi anggaran negara.

Konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit listrik tenaga surya dipandang mampu menekan beban subsidi listrik pemerintah.

"Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," jelasnya.

Penulis :
Leon Weldrick