Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman 324 Hari, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino dan Geopolitik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman 324 Hari, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino dan Geopolitik Global
Foto: (Sumber : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) menggelar rapat penguatan produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dan geopolitik Timur Tengah di Jakarta, Minggu (8/3/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah menjaga produksi dan ketersediaan pangan nasional melalui langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino serta dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi sektor pangan.

Stok Beras Nasional Dipastikan Aman

Pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap produksi dan stok pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia.

"Pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia mengatakan Kementerian Pertanian tetap melakukan rapat pengendalian produksi dan memperkuat koordinasi internal untuk menjaga produktivitas, termasuk saat hari libur.

Berdasarkan data awal Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras dinyatakan aman dengan produksi berkisar antara 2,6 juta ton hingga 5,7 juta ton per bulan.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata konsumsi nasional yang berada di angka sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Total ketersediaan beras nasional tercatat mencapai 27,99 juta ton yang terdiri dari cadangan Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

"Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," ujar Amran.

"Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat," tambahnya.

Antisipasi El Nino dan Penguatan Irigasi

Pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, salah satunya melalui program pompanisasi guna menjaga pasokan air di lahan pertanian.

Program tersebut sebelumnya telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan dan pada tahun 2026 akan ditambah 1 juta hektare lagi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan untuk 1 juta hektare lahan pertanian agar ketersediaan air tetap terjaga saat musim kering.

"Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga," jelasnya.

Pemerintah optimistis produksi pangan tetap stabil meskipun ada ancaman El Nino maupun dinamika geopolitik global.

"Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman," tegasnya.

Ia menyebut stok beras pemerintah diperkirakan terus meningkat dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen raya dari berbagai daerah.

Pemerintah memperkirakan stok beras pemerintah dapat mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat.

Selain beras, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman untuk mendukung produksi.

"Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan," kata Amran.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti