
Pantau - Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kembang Seri 1 di Kabupaten Bengkulu Tengah setelah sejumlah siswa SMP diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghentian operasional dilakukan tanpa batas waktu hingga hasil investigasi selesai dan kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Koordinator BGN wilayah Bengkulu Tengah Roni Vidiansyah menyatakan, "Kita telah membuat laporan khusus ke BGN Pusat dan telah ke luar surat untuk pemberhentian sementara hingga menunggu hasil investigasi selesai dilakukan," ungkapnya.
Dugaan Keracunan dan Proses Investigasi
Kasus dugaan keracunan ini dialami oleh siswa SMP Negeri 3 Bengkulu Tengah dengan gejala yang muncul dalam waktu berbeda setelah mengonsumsi makanan.
Sebagian siswa dilaporkan mengalami gejala sekitar satu jam setelah makan, sementara lainnya merasakan gejala hanya beberapa saat setelah mulai makan.
Tim dari Dinas Kesehatan, puskesmas, dan satuan tugas kabupaten telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah Barti Hasibuan menyatakan, "Sudah diambil uji laboratorium. Saat ini sedang dalam perjalanan ke BPOM. Sampel diambil oleh tim Dinkes, puskesmas, dan satgas kabupaten," jelasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa meliputi ayam woku, tahu, tumis buncis dan wortel, nasi, buah, serta air minum.
Ancaman Sanksi dan Penanganan Pemerintah
BGN menegaskan akan memberikan sanksi tegas jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.
Roni menegaskan, "Jika terbukti bersalah dan ada SOP yang dilanggar, maka BGN pusat akan memberikan sanksi dan sanksi terberat yang akan diberikan yaitu pencabutan izin secara permanen," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah turut melakukan penanganan dan investigasi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyatakan, "Kami prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah sudah menginstruksikan tim satgas untuk melakukan investigasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar," ujarnya.
Pemerintah memastikan seluruh siswa terdampak mendapatkan pelayanan maksimal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Hasil investigasi dan uji laboratorium akan menjadi dasar bagi Badan Gizi Nasional dalam menentukan langkah lanjutan terkait operasional dapur dan program MBG di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick








