Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Memastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir 2026, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bulog Memastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Hingga Akhir 2026, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Foto: Dokumentasi - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengecek harga minyakita di Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah (sumber: Bulog)

Pantau - Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangannya di Jakarta pada Senin.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan di tengah berbagai momentum dan dinamika global.

"Sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), termasuk dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global", ungkapnya.

Stok Beras Bulog Diproyeksikan Terus Meningkat

Bulog melaporkan bahwa per hari ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai perusahaan mencapai 3,74 juta ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring kegiatan penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang saat ini berlangsung di berbagai daerah.

"Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton. Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton", jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Pasokan Minyak Goreng Terjaga Lewat Kebijakan DMO

Selain memastikan ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga di pasar.

Ketersediaan minyak goreng tersebut didukung oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan.

Melalui kebijakan tersebut Bulog mendapatkan alokasi sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.

Dengan kondisi stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng tersebut Bulog menilai ketersediaan dua komoditas itu aman hingga akhir tahun.

"Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat", tegasnya.

Selain beras dan minyak goreng Bulog juga memantau ketersediaan bahan pokok lainnya yang dinilai masih mencukupi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan harga berbagai komoditas sembako relatif stabil dan masih terkendali di pasaran.

"Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaan. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar", tegas Ahmad Rizal Ramdhani.

Pemerintah juga terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.

Penulis :
Leon Weldrick