Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Antisipasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Antisipasi
Foto: (Sumber: Petugas memeriksa stok beras di gudang penyimpanan Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau, Jumat (9/1/2026). Bulog Batam menyiapkan pasokan beras premium dalam negeri sebanyak 4.000 ton yang didatangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan di wilayah kepulauan tersebut. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/bar.)

Pantau - Stok beras nasional pada awal Februari 2026 mencapai sekitar 3,4 juta ton dan diperkirakan meningkat hingga sekitar 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan seiring panen raya dan optimalisasi serapan Bulog.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memproyeksikan stok beras Bulog dapat mencapai 6 juta ton dalam waktu tiga bulan.

Stok beras bahkan berpotensi menyentuh angka 4 juta ton pada akhir Maret dari posisi awal sekitar 3,4 juta ton.

Peningkatan ini didorong oleh masa panen raya pada Maret hingga April serta optimalisasi serapan gabah oleh Bulog.

Stok awal yang sudah tinggi sekitar 3,3 juta ton dan kondisi cuaca yang mendukung turut mempercepat peningkatan cadangan beras nasional.

Kapasitas gudang Bulog saat ini hanya sekitar 3 juta ton sehingga menjadi tantangan dalam menampung lonjakan stok.

Jika target serapan 4 juta ton tercapai, total stok berpotensi mencapai 7,3 juta ton, meski proyeksi realistis berada di kisaran 6 juta ton.

Lonjakan stok ini berisiko menimbulkan masalah logistik serta penurunan kualitas beras jika tidak dikelola dengan baik.

Bulog perlu menyewa gudang tambahan atau memanfaatkan fasilitas penyimpanan alternatif untuk mengatasi keterbatasan kapasitas.

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah seperti peningkatan serapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Dukungan pendanaan sebesar Rp16,5 triliun juga disiapkan untuk pengelolaan stok beras.

Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas gudang, kerja sama lintas sektor, serta perbaikan distribusi pupuk dan peningkatan kuota pupuk bersubsidi.

Penyaluran beras ke pasar akan diatur secara cermat untuk mencegah penumpukan stok.

Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bulog juga dihadapkan pada tantangan baru karena belum memiliki pengalaman mengelola stok dalam jumlah besar secara bersamaan.

Penulis :
Gerry Eka