Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Hotel di Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Drastis hingga 75 Persen Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Hotel di Dubai dan Abu Dhabi Anjlok Drastis hingga 75 Persen Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip foto - Burj Khalifa, yang terletak di jantung kota Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (28/2/2026). Bangunan tertinggi di dunia yang menjadi simbol kemajuan arsitektur dan teknik modern dengan ketinggian yang mencapai 828 meter tersebut telah menjadi ikon global yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya dan mengubah wajah kota Dubai. ANTARA/Hanni Sofia/aa..)

Pantau - Harga kamar hotel berbintang di Dubai dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan anjlok hingga 75 persen menjelang awal April 2026 akibat meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.

Penurunan Tajam Tarif Hotel Berbintang

Berdasarkan analisis kantor berita RIA Novosti, harga rata-rata hotel bintang empat turun hingga 75 persen, sementara hotel bintang lima mengalami penurunan lebih dari 66 persen.

Di Abu Dhabi, harga kamar hotel bintang empat seperti Mercure kini hanya sekitar 54 dolar AS per malam, turun drastis dari sebelumnya 200 hingga 250 dolar AS pada Januari hingga Februari.

Hotel lain seperti TRYP by Wyndham, Ramada Downtown, dan La Quinta by Wyndham juga menawarkan harga di kisaran 54 hingga 61 dolar AS per malam.

Sementara itu, hotel bintang lima seperti Rixos Marina, Ritz Carlton, Shangri-La, dan Raddison mematok harga mulai dari 125 hingga 231 dolar AS per malam setelah diskon besar.

Dampak Konflik dan Penurunan Permintaan Wisata

Kondisi serupa juga terjadi di Dubai, di mana hotel bintang empat seperti Stella di Mare, Time Oak, dan Hyatt Place menawarkan tarif 50 hingga 60 dolar AS per malam.

Untuk hotel bintang lima, harga kamar di Dusit Thani mulai dari 95 dolar AS, Hilton Jumeirah dari 155 dolar AS, hingga Pullman Jumeirah yang turun menjadi 90 dolar AS per malam.

Penurunan harga ini terjadi setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang memicu balasan dari Iran ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Situasi tersebut berdampak pada sektor pariwisata, termasuk menurunnya permintaan kamar hotel di kawasan Teluk.

Penulis :
Aditya Yohan