
Pantau - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi momentum Ramadhan dan Idul Fitri mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,1 hingga 5,2 persen secara tahunan.
Konsumsi Lebaran Jadi Pendorong Utama
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman menyebut efek Lebaran memberikan tambahan pertumbuhan signifikan pada awal tahun.
“Secara agregat, momentum Lebaran diperkirakan menambah sekitar 0,2-0,5 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I,” ungkapnya.
Ia menjelaskan peningkatan konsumsi masyarakat didorong oleh pencairan tunjangan hari raya, bantuan sosial, serta meningkatnya mobilitas selama periode mudik.
Lonjakan konsumsi tersebut memberikan efek pengganda pada sektor ritel, transportasi, akomodasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah.
Pertumbuhan Bersifat Sementara, Perlu Penguatan Struktur
Rizal menilai dorongan pertumbuhan pada kuartal I bersifat jangka pendek karena tidak diiringi peningkatan kapasitas produksi.
“Meski pertumbuhan kuartal I berpotensi terlihat kuat, terdapat risiko normalisasi pada periode berikutnya. Konsumsi Lebaran cenderung temporer dan berbasis pada faktor musiman, sehingga berpotensi diikuti perlambatan pascahari raya, khususnya pada kelompok menengah bawah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan sumber pertumbuhan yang lebih struktural seperti investasi dan ekspor agar ekonomi tetap berkelanjutan.
“Oleh karena itu, penguatan sumber pertumbuhan yang lebih struktural menjadi krusial agar kinerja ekonomi tidak hanya kuat secara siklikal, tetapi juga solid dalam jangka menengah,” tuturnya.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen dengan dukungan stimulus fiskal dan peningkatan daya beli masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







