Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Banyumas Optimalkan Serapan Gabah Saat Panen Raya untuk Jaga Stok Beras Pemerintah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bulog Banyumas Optimalkan Serapan Gabah Saat Panen Raya untuk Jaga Stok Beras Pemerintah
Foto: (Sumber : Petani di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026), menyiapkan gabah yang akan diserap oleh Bulog Banyumas. ANTARA/HO-Bulog Banyumas..)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mengoptimalkan penyerapan gabah petani selama panen raya guna menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah di wilayah Banyumas Raya, Jawa Tengah.

Serapan Gabah Kembali Meningkat Pascalebaran

Pemimpin Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan pasca-Lebaran serapan gabah kembali meningkat menjadi 300 hingga 500 ton per hari.

“Pasca-Lebaran, gabah mulai masuk lagi sekitar 300 ton sampai 500 ton per hari. Saat libur pun pengadaan tetap berjalan meski tidak penuh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan pada kondisi normal penyerapan bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 ton per hari, namun sempat turun menjadi 200–300 ton saat cuti bersama.

Strategi Jemput Pangan dan Tantangan Cuaca

Bulog mengoptimalkan serapan melalui program jemput pangan dan kerja sama dengan mitra untuk mempercepat pengadaan serta pembayaran kepada petani.

“Dari internal ada tim jemput pangan yang turun langsung dan pembayaran dilakukan melalui transfer ke petani supaya lebih cepat serta transparan. Kalau lewat mitra, mekanismenya menyesuaikan masing-masing,” ujarnya.

Ia mengakui cuaca seperti hujan dan angin kencang masih mempengaruhi aktivitas panen di sejumlah daerah.

Stok Beras Capai 60 Ribu Ton

Seiring peningkatan serapan, stok beras di gudang Bulog Banyumas tercatat telah mencapai lebih dari 60 ribu ton.

Realisasi pengadaan saat ini mencapai 14.622 ton setara beras yang berasal dari 27.116 ton gabah dan 847 ton beras.

Puncak panen diperkirakan terjadi pada pertengahan April hingga Mei di wilayah Banyumas Raya.

Stok tersebut juga disiapkan untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah jika diperpanjang.

Penulis :
Aditya Yohan