
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Kamis sore ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89 persen ke posisi 7.164,09 seiring tren penurunan bursa saham Asia akibat ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks LQ45 yang berisi saham unggulan juga turun 14,72 poin atau 1,97 persen ke posisi 731,73.
IHSG sempat dibuka menguat namun berbalik ke zona merah hingga akhir sesi pertama dan bertahan di zona negatif pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.
Sentimen Global Tekan Pasar
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menyatakan "Eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran yang juga melibatkan Israel mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global kembali naik dan menunda ekspektasi penurunan suku bunga", ungkapnya.
Ia menambahkan "Aliran dana global juga cenderung bergerak ke aset safe haven seperti dolar AS dan energi, sehingga memberi tekanan tambahan bagi emerging markets termasuk Indonesia", ujarnya.
Ketidakpastian konflik AS dan Iran memicu pelemahan pasar saham Asia karena risiko gangguan pasokan energi dan potensi eskalasi militer lebih luas.
Pelaku pasar masih menunggu perkembangan situasi di Timur Tengah termasuk peluang gencatan senjata dan risiko konflik lanjutan meskipun ada dorongan diplomasi dari Donald Trump.
Arah kebijakan bank sentral AS The Fed tetap menjadi perhatian utama terutama terkait inflasi dan kepastian waktu penurunan suku bunga global.
Investor cenderung bersikap defensif dengan investor asing masih melakukan aksi jual dan terjadi rotasi investasi dari saham growth ke sektor defensif serta berbasis komoditas.
Pergerakan Sektoral dan Saham
Dari dalam negeri tekanan tambahan berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah serta kekhawatiran meningkatnya beban fiskal akibat harga energi tinggi.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC hanya sektor transportasi dan logistik yang menguat sebesar 2,68 persen.
Sepuluh sektor lainnya melemah dengan sektor energi turun paling dalam sebesar 2,67 persen diikuti sektor industri 2,65 persen dan sektor barang baku 2,16 persen.
Saham yang mengalami kenaikan terbesar yaitu AYLS, KUAS, TALF, SSTM, dan SOTS.
Saham yang mengalami penurunan terbesar yaitu DEFI, ROCK, INDS, ICON, dan ARTA.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.725.786 transaksi dengan total saham diperdagangkan mencapai 31,14 miliar lembar senilai Rp32,34 triliun.
Sebanyak 292 saham naik, 380 saham turun, dan 148 saham tidak mengalami perubahan.
Bursa saham Asia juga melemah dengan indeks Nikkei turun 260,62 poin atau 0,48 persen ke 53.489,00, indeks Shanghai turun 42,75 poin atau 1,09 persen ke 3.889,08, indeks Hang Seng turun 479,52 poin atau 1,89 persen ke 24.856,43, serta indeks Straits Times turun 16,78 poin atau 0,34 persen ke 4.887,76.
- Penulis :
- Shila Glorya








