
Pantau - Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Iding Pardi menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Iding mengungkapkan tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti proses pencalonan tersebut saat dikonfirmasi di Jakarta pada Kamis.
"Insya Allah sedang persiapan," ungkapnya.
Paket Direksi Mulai Disusun
Iding juga mengonfirmasi bahwa dirinya masuk dalam satu paket calon direksi bersama enam nama lainnya yang akan diajukan oleh Anggota Bursa.
"Iya betul," ujarnya terkait susunan paket calon direksi yang telah beredar.
Sistem pemilihan direksi BEI memang dilakukan dalam bentuk paket yang terdiri dari satu calon direktur utama dan sejumlah direktur fungsional dalam satu tim.
Adapun susunan paket tersebut meliputi Iding Pardi sebagai calon Direktur Utama, Zaki Mubarak selaku Direktur PT Elit Sukses Sekuritas, Yulianto Aji Sadono sebagai Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Umi Kulsum selaku Direktur KPEI, Ahmad Subagja yang merupakan mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas, Yohannes Liauw dari Pefindo Biro Kredit, serta Andre Tjahjamuljo dari PT UBS Sekuritas Indonesia.
Belum Diajukan ke OJK
Meski demikian, Iding menyatakan paket calon direksi tersebut belum diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Prosesnya belum mulai," ujarnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi juga menyampaikan pihaknya belum menerima pengajuan paket calon direksi BEI hingga saat ini.
"Belum, sama sekali belum ada yang masuk ke OJK (paket calon direksi BEI). Tapi silakan, artinya mungkin mereka sudah mulai. Karena sudah waktunya untuk membuat paket calon dan sebagainya, kami persilakan sesuai mekanisme pasar," ungkap Hasan.
Sesuai ketentuan, batas akhir pengajuan paket calon direksi BEI ditetapkan pada 4 Mei 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick







