
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi game changer dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi sektor pangan nasional, Jumat (27/03).
MBG Dorong Permintaan dan Investasi Sektor Pangan
Rachmat menyampaikan bahwa pemerintah kini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, "We introduced what we call free meals or program makan bergizi gratis. It's our game changer."
Menurutnya, program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan pasar yang besar dan stabil, khususnya bagi sektor peternakan.
Ia menambahkan, "The market is ready, stable, and growing."
Kebutuhan tambahan dari program tersebut diproyeksikan mencapai 1,5 juta liter susu dan 47.000 ton daging sapi hingga 2029.
Target pemerintah mencakup peningkatan kemandirian produksi susu dari 21 persen menjadi 96 persen serta 70 persen untuk daging sapi.
Tantangan Produksi dan Inovasi Peternakan
Rachmat mengungkapkan sejumlah tantangan dalam sektor peternakan, seperti rendahnya produktivitas akibat dominasi peternak kecil, kesenjangan sistem pembibitan, serta tingginya biaya pakan dan ancaman penyakit hewan.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi guna meningkatkan kualitas dan skala produksi.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah sapi Merah Putih berbasis teknologi genomik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan ternak.
Pemerintah juga memfasilitasi masuknya satu juta sapi perah sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi dalam negeri.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sektor pangan sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan








