Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.097, Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen Pasar Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.097, Ketegangan AS-Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat sore melemah 67,03 poin atau 0,94 persen ke level 7.097,06 akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda.

Tekanan Global Picu Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG terjadi seiring sikap pelaku pasar yang cenderung skeptis terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang pekan ini.

Keraguan investor meningkat setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat dan justru mengajukan proposal balasan di tengah konflik yang telah memasuki pekan keempat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa perang akan segera berakhir, namun pasar merespons dengan hati-hati terhadap pernyataan tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat juga dilaporkan berencana mengirim tambahan pasukan ke kawasan Timur Tengah yang semakin memicu kekhawatiran eskalasi konflik.

Trump memperpanjang tenggat negosiasi selama 10 hari hingga 6 April 2026 atas permintaan Iran dengan imbalan izin melintas bagi 10 kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Sebagian besar Selat Hormuz masih ditutup sejak konflik dimulai, sementara Iran dilaporkan memberlakukan tarif bagi kapal yang melintas dengan pembayaran menggunakan mata uang Yuan China.

Kondisi ini berpotensi memicu inflasi global serta mengganggu pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan harga energi dan terganggunya perdagangan dunia.

Pergerakan Sektor dan Saham

IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga akhir sesi pertama sebelum melanjutkan pelemahan pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.

Indeks LQ45 juga turun 12,77 poin atau 1,75 persen ke posisi 718,96.

Dari 11 sektor, hanya sektor energi yang menguat 0,34 persen dan sektor kesehatan naik 0,15 persen, sementara sembilan sektor lainnya melemah.

Penurunan terbesar terjadi pada sektor industri sebesar 1,20 persen, diikuti sektor infrastruktur turun 0,97 persen dan sektor teknologi melemah 0,82 persen.

Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain NZIA, SOHO, CBPE, FMII dan NETV.

Sementara saham dengan pelemahan terbesar yaitu FITT, FUJI, KUAS, APLI dan BESS.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.393.686 transaksi dengan volume 19,80 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp11,77 triliun.

Sebanyak 274 saham menguat, 379 saham melemah, dan 167 saham stagnan.

Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham cenderung beragam dengan mayoritas melemah akibat sentimen konflik Timur Tengah.

Indeks Nikkei tercatat turun 0,08 persen ke 53.558,50, sementara indeks Shanghai menguat 0,63 persen ke 3.913,72.

Indeks Hang Seng naik 0,38 persen ke 24.951,88 dan indeks Straits Times menguat 0,21 persen ke 4.898,18.

Penulis :
Shila Glorya