Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Dorong Solusi Logistik Perdagangan RI-Uni Eropa di Forum WTO di Tengah Tekanan Geopolitik Global

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Dorong Solusi Logistik Perdagangan RI-Uni Eropa di Forum WTO di Tengah Tekanan Geopolitik Global
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat 27/3/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah Indonesia mendorong solusi logistik perdagangan internasional dalam forum WTO bersama Uni Eropa guna mengantisipasi dinamika geopolitik global yang memengaruhi arus ekspor-impor.

Fokus Pembahasan Logistik di Forum WTO

Isu logistik menjadi perhatian utama dalam pertemuan delegasi Indonesia dengan perwakilan Uni Eropa di sela forum WTO.

Pemerintah Indonesia berupaya memastikan hambatan distribusi tidak mengganggu arus perdagangan ketika kerja sama kedua pihak mulai berjalan penuh.

"Saya minta ke delegasi kita untuk bertemu dengan tim dari Uni Eropa untuk membahas nanti implementasi Uni Eropa-nya seperti apa dengan kondisi sekarang, salah satunya sebenarnya yang dibahas adalah terkait logistik," ujar dia.

Pembahasan ini dilakukan untuk mempersiapkan implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau I EU CEPA terutama terkait efisiensi rantai pasok dan pengiriman barang lintas kawasan.

Ketegangan geopolitik global serta kenaikan biaya energi diketahui telah memicu perubahan jalur pelayaran internasional dan meningkatkan ongkos transportasi.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi tantangan serius bagi perdagangan internasional apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Antisipasi Hambatan dan Pembenahan Sistem

Pemerintah menegaskan tidak ingin implementasi I EU CEPA menghadapi kendala teknis di lapangan akibat persoalan logistik.

"Kita akan mencari solusi logistik yang paling efisien ketika terjadi ekspor-impor ke negara Uni Eropa, jangan sampai nanti ketika implementasi I EU CEPA, itu menjadi terhambat," kata Budi.

Pemerintah juga menilai ketidakpastian global dapat menjadi peluang untuk memperbaiki sistem logistik nasional secara menyeluruh.

Fokus pembenahan meliputi regulasi, efisiensi pelabuhan, serta penyederhanaan proses ekspor agar daya saing produk Indonesia meningkat di pasar Eropa.

"Itu salah satu kesempatan buat kita untuk membenahi itu baik dari sisi di regulasi maupun kebijakan yang lainnya. Ini sedang kita lakukan bareng-bareng dengan Depalindo menghilangkan hambatan-hambatan yang itu menjadi penghambat untuk mempermudah ekspor kita," katanya menjelaskan.

Pemerintah optimistis kesiapan logistik dan integrasi kerja sama perdagangan akan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia ke Uni Eropa sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha nasional.

Penulis :
Shila Glorya