
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi BPH Migas memastikan Kilang Refinery Unit IV Cilacap dan Fuel Terminal Maos di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam kondisi optimal untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak selama arus balik Lebaran 2026.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menyatakan pasokan dan distribusi BBM di wilayah Jawa Tengah selama arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan lancar.
Ia mengungkapkan, "BPH Migas telah mendengar langsung paparan dari Tim Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan Kilang Cilacap bahwa seluruh infrastruktur dan operasional telah disiapkan dengan baik untuk menghadapi arus balik Ramadhan dan Idul Fitri."
Kilang Cilacap Jadi Tulang Punggung Energi Nasional
Kilang Cilacap memiliki peran strategis karena menyumbang sekitar 30 persen kapasitas pengolahan BBM nasional.
Produksi berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Pertamax, dan LPG ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode mudik dan arus balik.
Kilang tersebut juga terus melakukan inovasi melalui pengembangan biorefinery untuk meningkatkan kapasitas serta keandalan produksi.
Eman menyampaikan apresiasi dengan mengatakan, "Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, juga dalam penyediaan energi nasional."
Ia tetap mengingatkan pentingnya aspek health, safety, security, and environment HSSE dalam operasional kilang.
Koordinasi Lintas Sektor Antisipasi Lonjakan Kebutuhan
BPH Migas juga mengapresiasi peran Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan Fuel Terminal Maos dalam mendukung sistem distribusi energi.
Jawa Tengah dinilai memiliki posisi krusial karena menjadi simpul utama pergerakan masyarakat saat mudik dan arus balik.
Eman menjelaskan kondisi tersebut dengan menyatakan, "Kalau Jakarta sibuk saat mudik dan Jawa Timur saat arus balik, maka Jawa Tengah menghadapi keduanya. Karena itu, kesiapan di wilayah ini menjadi sangat penting."
Sebagai Koordinator Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadhan dan Idul Fitri RAFI 2026, BPH Migas terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Korlantas Polri.
Koordinasi dilakukan untuk memantau pergerakan lalu lintas serta mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM di jalur strategis.
Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga Didik Bahagia menyebut tantangan tahun ini lebih besar akibat dinamika geopolitik global.
Meski demikian, ia memastikan stok minyak mentah nasional dalam kondisi aman karena persiapan telah dilakukan jauh hari.
Ia menegaskan, "Ketahanan stok rata-rata BBM nasional kita di atas 21 hari, bahkan untuk avtur mencapai di atas 30 hari."
General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo menyampaikan seluruh persiapan telah dilakukan untuk menghadapi arus balik Lebaran 2026.
Kunjungan lapangan ini turut dihadiri sejumlah pejabat BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga yang terlibat dalam operasional serta distribusi energi di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick







