Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Sebut Indonesia Masih Punya Ruang Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Sebut Indonesia Masih Punya Ruang Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global
Foto: (Sumber : Orang-orang memegang bendera nasional Iran di depan Big Ben selama protes menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di Parliament Square di pusat London, Inggris, Sabtu (28/2/2026). ANTARA/Xinhua/Li Ying/aa.)

Pantau - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai Indonesia masih memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi meski menghadapi ketidakpastian global akibat konflik AS-Iran.

Dampak Konflik Tekan Energi dan Fiskal

Yusuf mengatakan dampak konflik terutama terasa dari gangguan di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian global.

“Risiko dari konflik ini memang nyata, tapi bukan berarti tidak bisa dikelola. Kuncinya ada direspons kebijakan. Selama fiskal dan moneter bisa jalan seirama dan kredibel, kita masih punya ruang untuk menjaga stabilitas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan Indonesia sebagai negara pengimpor minyak akan terdampak melalui kenaikan subsidi energi yang berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tekankan Koordinasi Fiskal dan Moneter

Menurut Yusuf, pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran dan menata ulang prioritas belanja agar lebih tepat sasaran.

“Program-program besar perlu dilihat lagi prioritas, mana yang dampaknya langsung ke masyarakat dan mana yang bisa ditunda atau disesuaikan,” ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia dinilai perlu menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan suku bunga dan pengelolaan likuiditas.

Ia menekankan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pasar.

“Sebaliknya, kalau fiskal melebar tanpa kontrol sementara moneter harus menahan tekanan sendirian, biasanya pasar akan lebih reaktif dan volatilitas meningkat,” katanya.

Sebagai penutup, ia menilai kebijakan yang terarah dan disiplin akan memberikan sinyal positif bagi investor serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Penulis :
Ahmad Yusuf