
Pantau - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong koperasi skala besar di Indonesia untuk melakukan ekspansi ke sektor-sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dalam Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo) di Surabaya, 28 Maret 2026.
Dorongan Ekspansi ke Sektor Strategis
Ferry menegaskan koperasi tidak boleh hanya fokus pada sektor simpan pinjam atau jasa kecil, melainkan harus berani masuk ke sektor strategis seperti energi, pangan, dan infrastruktur.
Ia mengajak Kopelindo memanfaatkan momentum transformasi ekonomi untuk memperluas lini bisnis dan memperkuat peran dalam perekonomian nasional.
"Koperasi tidak boleh hanya bergerak di sektor kecil, tetapi harus masuk ke sektor strategis," ungkapnya.
Ferry juga menyebut koperasi perlu terlibat dalam pengelolaan logistik nasional, energi terbarukan, serta ketahanan pangan guna meningkatkan daya saing.
Menurutnya, Kopelindo memiliki posisi tawar kuat untuk memperbesar bisnis hingga ke rantai pasok global.
Kinerja Kopelindo dan Dukungan Pemerintah
Kinerja Kopelindo menunjukkan peningkatan dengan aset naik dari Rp712 miliar menjadi Rp788 miliar serta pendapatan dari Rp262 miliar menjadi Rp270 miliar.
Sisa hasil usaha juga meningkat dari Rp19,4 miliar menjadi Rp20,3 miliar, sementara jumlah anggota bertambah dari 5.825 menjadi 6.040 orang.
Ferry mengapresiasi Kopelindo yang konsisten melaksanakan rapat anggota tahunan tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota.
Ia menyatakan pemerintah siap memberikan dukungan regulasi untuk mengurangi hambatan birokrasi, terutama bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal.
Selain itu, Ferry menekankan pentingnya modernisasi tata kelola dan digitalisasi dalam pengembangan koperasi.
"Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban," tegasnya.
Ia menambahkan penguatan teknologi informasi diperlukan agar koperasi mampu bersaing dengan perusahaan swasta dan BUMN.
- Penulis :
- Arian Mesa







