Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Budidaya Maggot di Rusunawa Mariso Buka Peluang Ekonomi Warga

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Budidaya Maggot di Rusunawa Mariso Buka Peluang Ekonomi Warga
Foto: (Sumber: Suasana foto bersama di KSM TPS 3R Rusunawa di Kecamatan Mariso, Kota Makassar. ANTARA/ Suria Mappong.)

Pantau - Budidaya maggot di Rusunawa Mariso, Makassar, membuka peluang ekonomi baru bagi warga marginal sekaligus membantu mengatasi persoalan sampah.

Program ini dikembangkan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat TPS 3R Rusunawa Mariso.

“Permasalahan sampah yang selama ini menjadi tantangan, kini menjadi peluang. Salah satu percontohan itu adalah Kelompok Swadaya Masyarakat KSM TPS 3R Rusunawa Mariso,” ujar perwakilan program.

Maggot atau larva lalat Black Soldier Fly dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah.

Maggot mampu mengonsumsi sampah organik sebanyak dua hingga lima kali berat tubuhnya per hari.

Proses ini menghasilkan maggot bernilai ekonomis serta kasgot yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Maggot memiliki kandungan protein tinggi sehingga cocok sebagai pakan ternak seperti ikan, ayam, dan burung.

Permintaan pasar terhadap maggot terus meningkat seiring perkembangan sektor perikanan dan peternakan.

Sistem budidaya ini dinilai minim limbah karena seluruh hasilnya dapat dimanfaatkan.

Produksi maggot dapat mencapai sekitar 100 kilogram per panen dalam satu pekan.

Usaha ini juga membutuhkan modal relatif kecil dengan potensi keuntungan berkelanjutan.

Anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman mengapresiasi program tersebut sebagai percontohan di Makassar.

Program ini turut membantu mengatasi persoalan sampah yang mencapai 800 hingga 1.000 ton per tahun.

Pelibatan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dinilai penting dalam proses pemilahan sampah.

Kegiatan ini membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga melalui penjualan maggot dan kasgot.

Penulis :
Gerry Eka