Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Kembangkan Sumur Eksplorasi Manpatu di Lepas Pantai Balikpapan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Kembangkan Sumur Eksplorasi Manpatu di Lepas Pantai Balikpapan
Foto: (Sumber : Kerangka anjugan gas Manpatu sudah berhasil dimuat ke ponton di Tanjung PInang, Kepulauan Riau, untuk kemudian ditarik ke titik pemasangan di Selat Makassar di lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur (ANTARA/HO-dokumen Humas PT PHM).)

Pantau - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) terus melanjutkan pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu yang berada di lapangan lepas pantai South Mahakam, sekitar wilayah perairan Balikpapan, Kalimantan Timur.

General Manager PT PHM Setyo Sapto Edi mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah kerja Mahakam.

“Pengembangan temuan sumur eksplorasi Manpatu di lapangan lepas pantai South Mahakam terus berproses,” kata Setyo, Senin.

Berlokasi 35 Km dari Pesisir Balikpapan

Proyek Manpatu berada sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan dengan kedalaman perairan mencapai 50 hingga 60 meter.

Fasilitas yang dibangun di lokasi tersebut dirancang mampu menangani aliran gas hingga 80 juta metrik standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day / MMSCFD).

Saat ini proyek telah memasuki tahap pemindahan kerangka anjungan (load out jacket) dari fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 26 Maret 2026.

Kerangka tersebut selanjutnya akan dikirim dan dipasang di wilayah operasi Mahakam di Selat Makassar.

Target Instalasi Rampung Pertengahan 2026

Bagian atas anjungan (topside) dijadwalkan menyusul pada pertengahan April 2026. Sementara instalasi seluruh platform ditargetkan selesai pada awal kuartal III 2026, sekitar Juli hingga pertengahan Agustus.

Proyek ini juga mencakup pembangunan struktur atas dengan bobot sekitar 2.400 ton, pemasangan pipa bawah laut sepanjang 2,5 kilometer, serta pengeboran 11 sumur pengembangan.

Dorong Penggunaan Komponen Lokal

PHM menyebut proyek Manpatu juga mencatatkan kemajuan dalam penggunaan komponen lokal.

Untuk pertama kalinya di wilayah Mahakam, proyek ini menggunakan pipa produksi buatan dalam negeri secara penuh, mulai dari pipa bawah laut hingga sambungan pipa di anjungan.

Selain itu, hingga Maret 2026 proyek tersebut telah mencatat lebih dari dua juta jam kerja tanpa insiden kehilangan waktu kerja (lost time incident/LTI).

Proyek Manpatu sendiri masuk dalam kategori fast track project sejak penemuan gas pada 2022 dan ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal I 2027.

Penulis :
Aditya Yohan