Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek OO-OX Rampung, PHE ONWJ Siap Tambah Produksi Minyak dan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Proyek OO-OX Rampung, PHE ONWJ Siap Tambah Produksi Minyak dan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional
Foto: Pekerja sedang melakukan aktivitas tie-in, yaitu penyambungan jaringan produksi baru dari Lapangan OO-OX ke fasilitas eksisting di OPF Balongan (sumber: PHE ONWJ)

Pantau - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) siap menambah produksi minyak sekitar 3.000 barel minyak per hari (BOPD) serta gas bumi sebesar 21–22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) setelah menyelesaikan fase krusial proyek pengembangan Lapangan OO-OX.

Penambahan produksi ini dilakukan usai fase total shutdown dan tie-in atau penyambungan jaringan produksi berhasil dituntaskan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Fase Kritis dan Tantangan Lapangan

Proses tie-in jaringan pipa dari Sumur OOA ke fasilitas OPF Balongan dilaksanakan pada 7 hingga 12 Februari 2026 melalui total shutdown terencana selama 120 jam.

Pekerjaan tersebut mencakup peningkatan sistem, penyambungan pipa, serta instalasi elektrikal dan instrumen yang dilakukan secara bersamaan di tengah tantangan kondisi cuaca yang tidak selalu mendukung.

Project Lead OO-OX Asep Gunawan menyebut fase ini sebagai tahap paling kompleks dalam keseluruhan proyek.

Ia mengungkapkan, "Pada periode golden moment, saat aliran hidrokarbon dihentikan sementara, kami melakukan pengelasan di tujuh titik secara simultan dengan tetap mengedepankan keselamatan. Integrasi aset eksisting dan sistem baru menjadi kunci agar operasional ke depan lebih efisien dan andal."

Ketepatan waktu penyelesaian fase ini dinilai krusial untuk menjaga pasokan gas ke Kilang Balongan sekaligus memastikan keberlanjutan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Fokus Keselamatan dan Target Operasi

General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menegaskan keselamatan menjadi fondasi utama sebelum peningkatan produksi dilakukan.

Ia mengatakan, "Prinsip kami jelas. Keselamatan adalah fondasi utama sebelum bergerak lebih cepat dan memberikan hasil terbaik bagi ketahanan energi Indonesia."

Proyek pengembangan Lapangan OO-OX kini memasuki tahap commissioning atau uji operasi dengan target produksi mulai berjalan pada Kuartal I tahun 2026.

Keberhasilan proyek ini didukung oleh kolaborasi lintas fungsi yang kuat serta penerapan prinsip 4P yang meliputi People, Plant, Process, dan Product di setiap tahapan pekerjaan.

Seluruh aktivitas dijalankan dengan standar ketat dan pengawasan intensif sebelum memasuki fase berikutnya.

Komitmen terhadap keselamatan kerja tercermin dari capaian lebih dari 3 juta jam kerja selamat sebagai bagian dari penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi pelaksanaan standar keselamatan meskipun proyek menghadapi risiko tinggi dan operasional simultan yang kompleks.

Penulis :
Shila Glorya