
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 5,39 poin atau 0,08 persen ke level 7.091,67 pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, seiring tekanan sentimen global akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks LQ45 turut mengalami pelemahan sebesar 1,47 poin atau 0,20 persen ke posisi 717,49.
Tekanan Global dari Konflik Timur Tengah
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menyatakan "Indeks saham di Asia Senin sore, ditutup melemah seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memasuki pekan kelima meskipun ada upaya untuk menemukan solusi diplomatik".
Ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menembakkan rudal ke Israel sebagai bentuk dukungan kepada Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Juru bicara Houthi Yahya Saree menyebut dalam unggahannya bahwa mereka menargetkan situs militer Israel yang sensitif.
Aksi tersebut menjadi keterlibatan langsung pertama Houthi dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Konflik ini merupakan lanjutan dari serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Respons Pemerintah dan Pergerakan Pasar
Dari dalam negeri, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kenaikan harga minyak mentah.
Kebijakan yang dirancang meliputi efisiensi anggaran serta penerapan work from home atau WFH.
Pemerintah mengidentifikasi tiga sektor rentan terdampak yaitu stabilitas energi, rantai pasok global, dan pertumbuhan ekonomi.
Upaya lain mencakup penghematan energi serta penguatan program biodiesel 50 persen atau B50 untuk menekan impor migas.
Pemerintah juga berupaya menjaga harga BBM subsidi agar tidak naik guna mengendalikan inflasi dan defisit APBN.
Namun, BBM non subsidi diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan pada penyesuaian harga per 1 April 2026.
IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona negatif hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, tujuh sektor mengalami penguatan dengan sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,31 persen.
Sektor transportasi dan logistik naik 1,45 persen, sementara sektor barang konsumen non primer meningkat 1,23 persen.
Empat sektor mengalami pelemahan dengan sektor keuangan turun paling dalam sebesar 1,28 persen.
Sektor barang baku melemah 0,56 persen dan sektor properti turun 0,48 persen.
Saham dengan kenaikan tertinggi antara lain GSMF, NZIA, RGAS, AGII, dan YPAS.
Saham dengan penurunan terbesar antara lain PTSN, FMII, FITT, BBLD, dan ASSA.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.669.544 kali transaksi.
Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 25,12 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp14,94 triliun.
Sebanyak 272 saham menguat, 403 saham melemah, dan 149 saham stagnan.
Bursa saham Asia menunjukkan pergerakan beragam dengan indeks Nikkei turun 2.558,57 poin atau 2,92 persen ke 51.814,50.
Indeks Shanghai menguat 9,56 poin atau 0,24 persen ke 3.923,29.
Indeks Hang Seng melemah 201,09 poin atau 0,81 persen ke 24.750,79.
Indeks Straits Times turun tipis 0,92 poin atau 0,02 persen ke 4.897,26.
- Penulis :
- Arian Mesa









