
Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kesiapan membuka kemungkinan pembicaraan tingkat tinggi dengan Iran di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan Timur Tengah pada Senin, 30 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Takaichi dalam rapat Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Jepang sebagaimana dilaporkan Kyodo News.
Pertimbangan Kepentingan Nasional
Takaichi menegaskan bahwa keputusan untuk menggelar pembicaraan akan ditentukan berdasarkan waktu yang tepat dengan mempertimbangkan kepentingan nasional Jepang secara menyeluruh.
"Saya akan menilai waktu yang tepat untuk mengadakan pembicaraan berdasarkan kepentingan nasional dari sudut pandang komprehensif," ungkapnya.
Ia menyatakan bahwa pendekatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek strategis dan diplomatik Jepang di kawasan.
Ketergantungan Energi Jadi Faktor Utama
Jepang memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah karena ketergantungan tinggi pada pasokan energi dari wilayah tersebut.
Lebih dari 90 persen kebutuhan impor minyak mentah Jepang diketahui berasal dari kawasan Timur Tengah.
Situasi geopolitik yang tidak stabil di kawasan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi keamanan energi dan ekonomi Jepang secara keseluruhan.
Langkah membuka peluang dialog dengan Iran dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan nasional Jepang.
- Penulis :
- Arian Mesa








