
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan stabilitas dan kewajaran harga pangan menjadi faktor utama dalam menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada Maret 2026.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyatakan kondisi inflasi yang menurun menunjukkan rantai pasok pangan berjalan baik dari produsen hingga konsumen.
"Menurunnya inflasi di Maret ini tentu menjadi kabar baik. Tingkat inflasi terus terjaga positif dan tidak terjadi deflasi," kata Ketut.
Ia menambahkan keseimbangan harga pangan memberikan kenyamanan bagi petani, pedagang, hingga masyarakat.
Berbagai Program Jaga Stabilitas Pangan
Pemerintah menjalankan sejumlah program untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di pasar.
Program tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 32,3 juta keluarga penerima manfaat selama Februari hingga Maret 2026.
Realisasi distribusi oleh Perum Bulog mencapai 864.041 penerima atau setara 17,28 juta kilogram beras dan 3,45 juta liter minyak goreng.
Selain itu, penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Maret mencapai 66,84 ribu ton.
Pemerintah juga menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah dilaksanakan sebanyak 1.161 kali di 202 kabupaten/kota pada 34 provinsi.
Di sektor hulu, penyerapan gabah mencapai 1,47 juta ton dan jagung sebesar 122,48 ribu ton untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah.
Inflasi Pangan Tetap Terkendali
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 0,41 persen, lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,68 persen.
Sementara inflasi komponen pangan berada di angka 1,58 persen, turun dari 2,50 persen pada bulan sebelumnya.
"Inflasi pada bulan Maret tahun 2026 yang bertepatan dengan momen Lebaran mengalami inflasi secara month to month-nya 0,41 persen," kata Deputi BPS Ateng Hartono.
Ia menjelaskan inflasi didorong oleh komoditas pangan strategis seperti beras, daging ayam, telur, cabai rawit, dan daging sapi.
Berbeda dari tren sebelumnya, inflasi pangan pada 2026 tetap terjaga tanpa mengalami deflasi setelah periode Lebaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








