
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengajak seluruh ekosistem pendidikan mendukung gerakan hemat energi sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan upaya memperkuat ketahanan nasional.
Transformasi Kerja Tanpa Ganggu Layanan Pendidikan
Mu'ti menegaskan perubahan budaya kerja bertujuan meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
Ia mengatakan, "Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama."
Ia menambahkan layanan pendidikan tetap berjalan optimal melalui berbagai kanal yang mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, Aparatur Sipil Negara harus menjadi teladan dalam penerapan budaya hemat energi, sementara sekolah didorong mengembangkan praktik baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kebijakan WFH dan Transportasi Ramah Lingkungan
Kebijakan hemat energi mencakup penerapan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi ASN, pengurangan perjalanan dinas, serta efisiensi penggunaan kendaraan.
Mu'ti menegaskan, "Work From Home bukan berarti libur, ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab."
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki, serta meminta orang tua tidak berlebihan menggunakan kendaraan pribadi saat mengantar anak ke sekolah.
Pemerintah daerah turut didorong menyediakan fasilitas pendukung seperti jalur sepeda guna memperkuat gerakan hemat energi secara luas.
- Penulis :
- Aditya Yohan









