
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan pengoperasian 80.158 unit pompa air untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino mulai April 2026.
Pompa Air Jadi Andalan Hadapi Kekeringan
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah mengatakan pompa air yang telah disalurkan sejak 2023 menjadi aset strategis bagi petani.
Ia menyatakan, "Ini adalah aset strategis yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadapi potensi kekeringan."
Menurutnya, langkah mitigasi difokuskan pada kecepatan intervensi, optimalisasi sarana, serta kesiapan petani di lapangan.
Ia menegaskan, "Optimalkan pemanfaatan pompa yang sudah ada, pastikan sumber air disiapkan dan distribusi diatur dengan baik."
Belajar dari El Nino 2023, Pemerintah Perkuat Mitigasi
Kementan menilai pengalaman menghadapi El Nino 2023 menjadi dasar dalam menyusun strategi saat ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah sebelumnya berhasil menekan impor beras meski menghadapi kekeringan ekstrem.
Ia mengatakan, "Rencana waktu itu kita mau impor beras 10 juta ton, tapi berhasil ditekan hanya sekitar 3 juta ton."
Ke depan, pemerintah mengajak petani melakukan langkah antisipatif sejak dini, termasuk mengatur pola tanam dan memanfaatkan sarana yang telah tersedia.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.
- Penulis :
- Aditya Yohan








