Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Perkuat Strategi Hadapi Ancaman El Nino untuk Jaga Stabilitas Stok Pangan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Perkuat Strategi Hadapi Ancaman El Nino untuk Jaga Stabilitas Stok Pangan Nasional
Foto: (Sumber : Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau langsung harga sejumlah bahan pangan di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu (4/4/2026) ANTARA/Indra Setiawan.)

Pantau - Perum Bulog memperkuat strategi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino guna menjaga stabilitas stok pangan nasional, disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

Mitigasi El Nino dan Jaga Produksi

Rizal mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun berdasarkan informasi dari BMKG.

"Jadi kami sudah antisipasi terkait dengan kemarin adanya informasi dari BMKG kemungkinan besar di pertengahan tahun akan terjadi El Nino," ungkapnya.

Ia menjelaskan Bulog melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian untuk memitigasi dampak terhadap produksi pangan.

"Nah El Nino ini kami kemarin sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dibimbing Pak Mentan langsung mengantisipasi dan memitigasi terkait ancaman tersebut," ujarnya.

Langkah konkret yang disiapkan antara lain peningkatan pompanisasi dan penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna menjaga produktivitas.

"Solusinya di antaranya dari Kementerian Pertanian akan menambahkan pompanisasi kemudian juga memberikan tambahan alsintan," katanya.

Stok Beras Capai Rekor Tertinggi

Rizal menyebut potensi El Nino tidak sepenuhnya berdampak negatif karena bertepatan dengan puncak panen padi di sejumlah wilayah.

"Karena di bulan-bulan tersebut adalah puncak-puncaknya panen padi. Nah kalau panen padi itu malah kita senang yang kering, karena hasilnya jadi lebih bagus," ujarnya.

Dari sisi pengadaan, Bulog telah menyerap lebih dari 35 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton beras.

"Pengadaan sekarang sudah mencapai di atas 35 persen dari target 4 juta ton yang diperintahkan Bapak Presiden kepada Bulog untuk menyerap beras tersebut," katanya.

Ia menambahkan stok beras nasional saat ini mencapai 4,4 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

"Ini adalah stok tertinggi. Tahun lalu tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui," ujarnya.

Bulog memperkirakan stok tersebut dapat meningkat hingga sekitar 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei seiring masa panen berlangsung.

Penulis :
Ahmad Yusuf