
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam menghadapi fenomena El Nino dan memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski dampak cuaca ekstrem mulai dirasakan.
Pengalaman tersebut diperoleh dari penanganan El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 yang menjadi dasar kesiapan pemerintah saat ini.
"(El Nino) Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu tahun 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman di tahun 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino," kata Mentan.
Strategi Adaptasi dan Mitigasi Diperkuat
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.
Upaya tersebut meliputi peningkatan pompanisasi serta optimalisasi lahan rawa untuk menjaga produksi pangan.
Kementerian Pertanian telah mengoperasikan sebanyak 80.158 unit pompa air pada 2025.
Selain itu, pemerintah berencana menambah sekitar 40 ribu unit pompa air guna memperkuat sistem irigasi.
"Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, nggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali," jelasnya.
Stok Pangan Melimpah
Mentan meminta masyarakat tidak khawatir terhadap dampak El Nino karena ketersediaan pangan dinilai sangat mencukupi.
"Jadi, sudah aman. Pangan aman," tegasnya.
Stok beras pemerintah tercatat sekitar 4,5 juta ton pada awal April 2026.
Selain itu, terdapat cadangan pangan di sektor horeka sebesar 12,5 juta ton serta produksi yang sedang berjalan mencapai sekitar 11 juta ton.
Total ketersediaan pangan nasional diperkirakan mencapai sekitar 23 juta ton.
"Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?" ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman hingga 11 bulan ke depan meski menghadapi potensi kekeringan.
- Penulis :
- Gerry Eka









