Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

HIMKI Dorong Hub Global untuk Hadapi Gejolak Dunia, Industri Mebel Perkuat Strategi Adaptif

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

HIMKI Dorong Hub Global untuk Hadapi Gejolak Dunia, Industri Mebel Perkuat Strategi Adaptif
Foto: (Sumber: Produk furnitur industri dalam negeri yang dipamerkan di International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2026) (ANTARA/HO-HIMKI).)

Pantau - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia mendorong pengembangan hub pemasaran dan distribusi global sebagai strategi menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Langkah ini diambil menyusul dampak konflik global terutama di Timur Tengah yang mulai mengganggu rantai pasok industri.

"Barang tertahan, pengiriman tertunda dan ritme pembayaran melambat," ujar Abdul Sobur.

Dampak Gangguan Global

Gangguan logistik seperti keterlambatan pengiriman dan hambatan distribusi mulai dirasakan pelaku industri mebel dan kerajinan.

"Yang kita hadapi bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi pergeseran lanskap global. Dalam situasi seperti ini, ketahanan industri tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi oleh kemampuan beradaptasi terhadap ketidakpastian," katanya.

Kondisi ini mendorong pelaku industri untuk melakukan penyesuaian strategi agar tetap kompetitif di pasar global.

Strategi Ekspansi dan Adaptasi

HIMKI mendorong diversifikasi pasar ekspor serta penguatan jalur distribusi alternatif.

"HIMKI sedang mendorong pembentukan hub di Eropa, Amerika dan Kanada sebagai bagian dari strategi jangka menengah. Ini bukan sekadar ekspansi, tetapi upaya membangun sistem distribusi yang lebih stabil dan adaptif terhadap perubahan global," ujar Abdul Sobur.

Organisasi tersebut juga menilai dukungan pemerintah diperlukan melalui kebijakan pembiayaan dan diplomasi perdagangan.

"Ini bukan hanya soal bertahan, tetapi bagaimana kita mengubah tekanan menjadi momentum untuk naik kelas," katanya.

Kementerian Perindustrian menargetkan Indonesia menjadi hub produksi furnitur global melalui penguatan hilirisasi kayu berkelanjutan.

Industri furnitur dinilai strategis karena menyerap tenaga kerja besar serta terhubung dengan pasar global bernilai lebih dari 736,21 miliar dolar AS.

Penulis :
Gerry Eka