HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Ikuti Bursa Asia Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran Selama Dua Pekan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat Ikuti Bursa Asia Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran Selama Dua Pekan
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa/pri.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada perdagangan Rabu pagi mengikuti penguatan bursa Asia, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda serangan ke Iran selama dua pekan.

IHSG dibuka naik 191,38 poin atau 2,75 persen ke level 7.162,41, sementara indeks LQ45 juga menguat 22,61 poin atau 3,22 persen ke posisi 724,27.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut IHSG berpotensi menguat terbatas secara teknikal.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.920- 7.240,” ungkap Nico.

Penguatan ini sejalan dengan bursa Asia seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times yang sama-sama berada di zona hijau.

Penguatan pasar dipicu meredanya ketegangan geopolitik setelah Trump menunda serangan terhadap Iran dan membuka ruang negosiasi selama dua pekan.

Penundaan tersebut langsung berdampak pada penurunan harga minyak dunia, dengan WTI turun 14,63 persen dan Brent turun 12,86 persen.

Pelaku pasar juga menantikan rilis risalah rapat Federal Open Market Committee serta data inflasi Amerika Serikat yang akan memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.

Dari dalam negeri, pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap kuat meski menghadapi tekanan harga energi.

Pemerintah menyebut defisit anggaran masih terjaga di kisaran 2,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto melalui berbagai skenario mitigasi.

Namun, sensitivitas terhadap kenaikan harga minyak tetap menjadi perhatian karena dapat menekan ruang fiskal jika berlangsung dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, penguatan IHSG mencerminkan respons positif pasar terhadap meredanya risiko global dan optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Penulis :
Aditya Yohan