HOME  ⁄  Nasional

Komisi IV DPR Dorong Penguatan Cadangan dan Produksi Pangan Hadapi Tantangan Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Komisi IV DPR Dorong Penguatan Cadangan dan Produksi Pangan Hadapi Tantangan Global
Foto: (Sumber : Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto dalam agenda Rapat Kerja dan RDP Komisi IV DPR RI dengan Mentan, Kepala BAPANAS, Menteri KKP, DIRUT BULOG, PT PUPUK dan RNI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Foto : Ariefman/Andri.)

Pantau - Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi cadangan pangan dan peningkatan produksi dalam negeri di tengah dinamika global dan perubahan iklim.

Sinergi Lintas Sektor Jaga Stabilitas Pangan

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyatakan penguatan pangan harus dilakukan secara terpadu oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait.

“Komisi IV DPR RI meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah dinamika global dan perubahan iklim,” ungkap Titiek Soeharto.

Ia menilai cadangan pangan pemerintah menjadi kunci dalam mengantisipasi gangguan pasokan akibat krisis global maupun distribusi dalam negeri.

Peran Perum Bulog dan ID Food sebagai BUMN Holding Pangan disebut strategis dalam menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga.

Dorong Produksi dan Infrastruktur Pertanian

Selain cadangan, Komisi IV juga mendorong peningkatan produksi pangan melalui penyediaan benih unggul, pupuk, irigasi, serta alat dan mesin pertanian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

“Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi distribusi dan harga pangan,” ujar Titiek.

Komisi IV juga mengapresiasi kinerja Bulog dan BUMN pangan yang dinilai telah berkontribusi menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Informasi tambahan, pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga pangan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf