HOME  ⁄  Ekonomi

BI dan Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi 20 Pasar Tradisional untuk Dorong Ekonomi Inklusif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BI dan Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi 20 Pasar Tradisional untuk Dorong Ekonomi Inklusif
Foto: (Sumber : Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli dalam penutupan Program Digitalisasi Pasar Tahap 3 di Pasar Pal Meriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza.)

Pantau - Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui program digitalisasi di 20 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Kolaborasi Percepat Ekosistem Digital

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli menyatakan program Digitalisasi Pasar Inklusif Tahap 3 menjadi wujud sinergi berbagai pihak dalam menciptakan pasar yang modern dan efisien.

"Program Digitalisasi Pasar Inklusif Tahap 3 ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan ekosistem pasar yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi," ungkap Lily di Pasar Pal Meriam, Jakarta Timur, Rabu.

Program yang diluncurkan sejak 13 Februari 2026 ini melibatkan Otoritas Jasa Keuangan serta penyedia jasa pembayaran dari sektor perbankan dan nonbank.

Menurut Lily, inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya strategis mendorong akselerasi ekonomi digital sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

QRIS dan Edukasi Dorong Inklusi Keuangan

Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar tradisional.

BI memperluas kerja sama dengan berbagai penyedia jasa pembayaran guna menghadirkan layanan transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

"Dengan semakin luasnya akses terhadap layanan pembayaran digital, diharapkan proses transaksi di pasar menjadi lebih efisien sekaligus mempercepat inklusi keuangan di masyarakat," jelasnya.

Selama satu bulan pelaksanaan, program ini mencatat peningkatan jumlah pedagang yang menggunakan QRIS serta lonjakan volume dan nominal transaksi digital.

Digitalisasi juga mulai diterapkan pada layanan pendukung seperti pembayaran parkir dan layanan lainnya di lingkungan pasar.

"Edukasi ini penting agar para pedagang tidak hanya mampu menggunakan teknologi pembayaran digital, tetapi juga memahami manfaatnya dalam pengelolaan usaha," ucap Lily.

Ke depan, BI dan Pemprov DKI berkomitmen memperluas digitalisasi ke seluruh pasar tradisional guna memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf