HOME  ⁄  Ekonomi

DPR Nilai Pemerintah Sigap Antisipasi Krisis Energi di Tengah Konflik Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Nilai Pemerintah Sigap Antisipasi Krisis Energi di Tengah Konflik Global
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan distribusi energi yang andal, aman, dan merata di seluruh Indonesia. (ANTARA/HO-Pertamina).)

Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji menilai pemerintah telah mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya risiko krisis akibat konflik geopolitik global, Selasa (14/4).

Dampak Konflik terhadap Pasar Energi

Sarmuji mengatakan konflik di Timur Tengah memicu tekanan besar terhadap pasar energi dunia, termasuk lonjakan harga minyak.

"Kita menghadapi situasi global yang tidak mudah. Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia," ujarnya.

Ia menyebut harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir telah menembus kisaran 100 dolar AS per barel, bahkan mencapai sekitar 102–106 dolar AS.

Gangguan distribusi energi di Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia juga memperparah kondisi tersebut.

Dalam skenario terburuk, harga minyak diperkirakan bisa melonjak hingga mendekati 150 dolar AS per barel jika konflik terus bereskalasi.

Langkah Pemerintah dan Penguatan Energi

Sarmuji mengapresiasi langkah cepat pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam menjaga stabilitas energi nasional.

"Karena itu, langkah cepat pemerintah menjadi sangat krusial. Menteri ESDM bahkan harus melobi banyak negara untuk mengamankan stok energi nasional," katanya.

Ia menilai pemerintah telah melakukan langkah strategis seperti menjaga stok energi, mengamankan rantai pasok, serta memperkuat diplomasi energi dengan negara mitra.

"Kita harus memperkuat fondasi energi nasional agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak global. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bagian penting dari upaya tersebut," ujarnya.

Sarmuji menambahkan penguatan ketahanan energi perlu diiringi percepatan diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar global.

Penulis :
Aditya Yohan