HOME  ⁄  Ekonomi

Barantin Luncurkan Finquest untuk Percepat Modernisasi Infrastruktur Karantina Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Barantin Luncurkan Finquest untuk Percepat Modernisasi Infrastruktur Karantina Nasional
Foto: (Sumber : Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Badan Karantina Indonesia (Barantin) Benny Alamsyah. (ANTARA/HO-Barantin))

Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) meluncurkan inovasi pembiayaan bernama Finquest guna mempercepat pembangunan dan modernisasi infrastruktur serta layanan karantina di seluruh Indonesia.

Integrasi Sumber Pembiayaan

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Barantin Benny Alamsyah menjelaskan Finquest dirancang untuk mengintegrasikan berbagai sumber pendanaan agar tidak hanya bergantung pada APBN.

“Finquest hadir sebagai terobosan strategis dalam mentransformasikan pembiayaan pembangunan karantina dari berbagai sumber dana,” ujarnya.

Ia menyebut sumber pembiayaan yang dihimpun meliputi APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN), surat berharga syariah negara (SBSN), hingga investasi dari pihak swasta.

Dorong Transformasi dan Modernisasi

Menurut Benny, Finquest diarahkan untuk lima intervensi utama, yakni transformasi pembiayaan, modernisasi infrastruktur, digitalisasi layanan, penguatan biosekuriti nasional, serta reformasi tata kelola kelembagaan.

“Melalui inovasi Finquest, harapannya dapat memperkuat dan berkelanjutan untuk proses transformasi Barantin, sehingga mampu menghadirkan sistem karantina yang modern, adaptif, dan terintegrasi,” katanya.

Implementasi awal telah dimulai sejak 2025 melalui modernisasi peralatan laboratorium di 18 unit pelaksana teknis dengan nilai Rp34,45 miliar.

Pada 2026, Barantin mengalokasikan anggaran sebesar Rp307 miliar, termasuk Rp79 miliar dari SBSN untuk pembangunan instalasi, gedung, serta peningkatan sarana layanan karantina.

Program ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas layanan karantina nasional sekaligus memperkuat sistem pengawasan komoditas di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf