HOME  ⁄  Ekonomi

BTNK Batasi Kunjungan 1.000 Wisatawan per Hari di Taman Nasional Komodo demi Jaga Ekologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BTNK Batasi Kunjungan 1.000 Wisatawan per Hari di Taman Nasional Komodo demi Jaga Ekologi
Foto: (Sumber : Sejumlah wisatawan mengabadikan momen di pos 5 puncak dari Pulau Padar, di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). ANTARA/Kornelis Kaha.)

Pantau - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menetapkan kuota kunjungan maksimal 1.000 wisatawan per hari di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk mengurangi tekanan terhadap ekosistem.

Pembatasan Kunjungan Demi Kelestarian

Koordinator Urusan Kehumasan, Kerja Sama, dan Pelayanan Perizinan BTNK Maria Rosdalima Panggur menyatakan kebijakan ini telah berlaku sejak 1 April 2026.

"Aturan tersebut sudah berlaku sejak tanggal 1 April 2026 dan sudah berjalan," ungkapnya saat dihubungi dari Kupang, Selasa (14/04/2026).

Ia menjelaskan tingginya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun berpotensi memberikan tekanan besar terhadap ekologi kawasan.

BTNK mencatat jumlah kunjungan pada 2025 mencapai 429.509 wisatawan, melampaui daya dukung kawasan yang berkisar antara 366.108 hingga 378.870 pengunjung per tahun.

Dampak Lingkungan dan Evaluasi Kebijakan

Maria menyebut peningkatan kunjungan berdampak pada perubahan perilaku satwa komodo serta penurunan kewaspadaan terhadap manusia.

“Peningkatan jumlah kunjungan memberikan dampak peningkatan ekonomi regional yang signifikan namun di lain sisi memberikan tekanan yang besar pada ekologi,” ujarnya.

Selain itu, aktivitas wisata juga memicu degradasi terumbu karang di wilayah perairan serta kepadatan wisatawan dalam waktu singkat.

BTNK memperkirakan jumlah kunjungan pada 2026 tetap tinggi, mendekati 400.000 wisatawan, meskipun kebijakan kuota telah diterapkan.

Pihak BTNK akan terus memantau dampak kebijakan ini terhadap aspek ekologi, ekonomi, sosial, serta pengelolaan kawasan secara menyeluruh.

Penulis :
Aditya Yohan