
Pantau - Lima kreator konten asal Indonesia mengaku terkesan dengan kemajuan teknologi dan kekayaan budaya di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau saat melakukan kunjungan ke Guangzhou, Dongguan, dan Shenzhen pada 7–11 April 2026.
Pengalaman Budaya dan Inovasi Teknologi
Para kreator merasakan langsung perpaduan budaya tradisional dan modern, termasuk saat mengenakan hanfu di Balai Kebudayaan Guangzhou.
"Saya sering mendengar di Indonesia bahwa anak muda di China sangat menyukai hanfu. Hari ini saya bisa mencobanya sendiri. Saya sangat senang. Pakaian tradisional China sangat indah, saya mengabadikan banyak foto hari ini," ungkap Diana Paramitha.
Selain budaya, mereka juga menjajal berbagai teknologi canggih seperti robot pintar, mobil terbang, hingga robot sepak bola di pusat inovasi Guangzhou.
"Saya tahu perkembangan industri masa depan di Shenzhen sangat cepat, tetapi robot yang saya lihat kali ini benar-benar melampaui imajinasi saya," ujar Siti Nadia.
Industri, Lingkungan, dan Daya Tarik Global
Kunjungan ke Dongguan juga memperlihatkan peran industri teknologi, termasuk perusahaan OPPO yang memiliki hubungan erat dengan pasar Indonesia.
"Di Indonesia, banyak orang menggunakan ponsel OPPO. Saya tidak menyangka produk tersebut dibuat di Guangdong," kata Achmad Candra Lukito.
Para kreator juga menyoroti penggunaan kendaraan energi baru yang ramah lingkungan serta ruang hijau di tengah kota modern.
"Di China, kendaraan energi baru dari merek seperti BYD dapat dijumpai di mana-mana dan sama sekali tidak menimbulkan polusi," ujar Barry Kusuma.
Kunjungan ini juga bertepatan dengan persiapan Shenzhen sebagai tuan rumah Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33.
"Saya akan membagikan pengalaman indah saya di Guangdong ini kepada para follower saya dan berharap lebih banyak teman dari seluruh dunia dapat berkunjung ke Guangdong saat APEC berlangsung," ujar Ajil Ditto.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








