
Pantau - PT Mitra Saruta Indonesia (MSI) menegaskan diversifikasi pasar menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja ekspor di tengah gejolak geopolitik global.
Strategi Hadapi Ketidakpastian Global
Direktur MSI Hoo Yanto Andrian menyatakan perusahaan telah terbiasa menghadapi dinamika global karena memiliki pengalaman ekspor lebih dari 30 tahun.
“Sebenarnya kalau untuk ekspor, tadi saya jelaskan sebelumnya. Bahwa kita ini sudah lebih dari 30 tahun ekspor. Jadi kondisi yang sekarang itu kita alami sebelum-sebelumnya. Jadi sudah terbiasa kondisi seperti itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konflik global seperti di Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor perusahaan.
“Kenapa efek daripada situasi-situasi yang kita alami sekarang ini tidak berdampak begitu signifikan. Karena market kita cukup diverse. Tadi yang saya sebutkan itu market untuk Jepang dan Amerika itu adalah market yang utama,” katanya.
Ekspansi Pasar dan Fleksibilitas Produk
Selain mempertahankan pasar utama di Jepang dan Amerika Serikat, MSI juga memperluas jangkauan ke pasar nontradisional seperti Afrika.
Permintaan dari pasar Eropa juga disebut masih stabil sehingga membantu menjaga keseimbangan ekspor perusahaan.
Yanto menjelaskan perusahaan mengandalkan fleksibilitas produk untuk menghadapi tekanan ekonomi global.
“Jadi kalau threat atau risiko itu terjadi kecenderungan pasar akan mencari produk alternatif yang lebih murah untuk subsidi. Baik itu di domestic market maupun ekspor sifatnya kurang lebih sama,” ujarnya.
MSI merupakan perusahaan manufaktur sarung tangan berbasis daur ulang benang yang berdiri sejak akhir 1980-an dan kini memiliki fasilitas produksi di Gresik serta Nganjuk, Jawa Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan








