HOME  ⁄  Ekonomi

Industri Daur Ulang Siap Perkuat Pasokan Bahan Baku Plastik Nasional di Tengah Tekanan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Industri Daur Ulang Siap Perkuat Pasokan Bahan Baku Plastik Nasional di Tengah Tekanan Global
Foto: (Sumber : Pertemuan antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan pelaku industri hulu petrokimia, industri antara, industri hilir, hingga industri daur ulang plastik di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/HO-ADUPI).)

Pantau - Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) menegaskan kesiapan industri daur ulang untuk memperkuat pasokan bahan baku plastik nasional di tengah tekanan geopolitik global yang memicu kenaikan harga dan gangguan rantai pasok.

Peran Strategis Kurangi Ketergantungan Impor

Direktur Eksekutif ADUPI Hadiyan Fariz menyatakan industri daur ulang telah menjadi bagian penting dalam menopang kebutuhan bahan baku plastik dalam negeri.

"Industri daur ulang plastik telah memainkan peran nyata dalam menopang kebutuhan bahan baku nasional," ungkapnya.

Ia menjelaskan ketergantungan impor masih tinggi, dengan sekitar 70 persen kebutuhan nafta dan 40 hingga 50 persen bahan baku plastik jenis virgin resin berasal dari luar negeri.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pasar domestik rentan terhadap fluktuasi harga global dan dinamika geopolitik, termasuk di kawasan Selat Hormuz.

Ia menambahkan industri daur ulang saat ini telah berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total pasokan bahan baku plastik nasional.

Potensi Besar dan Dukungan Pemerintah

Hadiyan menyebut industri daur ulang juga berperan menjaga stabilitas harga dan menekan biaya produksi di sektor hilir.

Ia menilai sektor ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dengan meredam inflasi berbasis biaya atau cost-push inflation.

Selain itu, industri ini berkontribusi terhadap ekonomi nasional dengan nilai sekitar 9,2 miliar dolar AS serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dari sisi kapasitas, terdapat 749 perusahaan dengan kapasitas terpasang 3,16 juta ton per tahun, namun utilisasinya baru mencapai 48 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri hulu hingga hilir plastik menjamin ketersediaan stok domestik di tengah gangguan global.

“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah tetap memantau perkembangan situasi global untuk menjaga stabilitas produksi dan pasokan bahan baku plastik nasional.

Penulis :
Aditya Yohan