
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) menguji penggunaan biodiesel B50 pada alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Ia mengungkapkan, "Pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional."
Ia menambahkan percepatan pemanfaatan biodiesel dilakukan melalui pengembangan B50 serta pengujiannya pada alsintan sebagai bagian dari modernisasi pertanian berkelanjutan.
Ia juga mengatakan, "Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden."
Uji Kinerja dan Teknologi Bioreaktor
Kementan melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mengembangkan teknologi bioreaktor biodiesel hybrid untuk mengolah bahan baku minyak nabati secara efisien dan fleksibel.
Kepala BRMP Fadjry Djufry menyebut teknologi tersebut mendorong hilirisasi inovasi di sektor pertanian.
Ia menyampaikan, "Dengan demikian, biodiesel yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pada operasional alat dan mesin pertanian."
Uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50 telah dilakukan pada awal April 2026 bekerja sama dengan LEMIGAS.
Hasil Uji Tunjukkan Performa Stabil
Kepala BRMP Mektan Arief Rachman menjelaskan pengujian dilakukan untuk mengevaluasi keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, serta stabilitas operasional.
Ia mengatakan, "Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif, sejalan dengan dukungan terhadap program B50."
Pengujian mencakup berbagai alsintan seperti traktor roda dua, traktor roda empat, dan pompa air, termasuk uji cold-startability.
Hasil uji menunjukkan penggunaan biodiesel B50 memiliki kinerja relatif stabil dan memenuhi standar SNI pada parameter daya, konsumsi bahan bakar, serta efisiensi kerja.
Ia menegaskan, "Hasil ini menunjukkan biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada alat dan mesin pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional."
Informasi tambahan menyebutkan pengembangan bioenergi ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional pertanian sekaligus memperkuat fondasi pertanian modern berbasis energi terbarukan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








