
Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 di Sumatera Selatan dengan kapasitas 55 megawatt (MW) sebagai bagian dari penguatan energi bersih nasional.
Proyek Strategis Dukung Transisi Energi
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyatakan proyek ini merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
"Eksekusi proyek ini mengukuhkan rencana pengembangan jangka panjang Perseroan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih nasional," ujarnya.
Pengembangan proyek dilakukan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur dengan tahapan mulai dari pembangunan infrastruktur, pengeboran eksplorasi, hingga uji produksi.
Sebagai tahap awal, PGE akan mengebor tiga sumur eksplorasi dengan nilai investasi sekitar 32,21 juta dolar AS.
Ahmad menambahkan, "Melalui pengembangan Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, PGE tidak hanya berfokus pada penambahan potensi kapasitas terpasang, tetapi mencerminkan komitmen Perseroan dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bersih."
Target Operasi dan Potensi Energi Besar
Proyek ini ditargetkan mencapai tahap operasi komersial penuh pada 2032 dan akan meningkatkan total kapasitas Area Lumut Balai menjadi 220 MW.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi mengatakan lokasi proyek memiliki potensi geologi yang kuat.
"Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains," jelasnya.
Sementara Direktur Operasi Andi Joko Nugroho menegaskan proyek ini mendukung target ekspansi energi panas bumi nasional.
"Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cadangan terbukti sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan WKP Lumut Balai," ungkapnya.
Proyek ini juga masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 dan didukung prospek komersial kuat melalui skema power purchase agreement (PPA).
Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang diproyeksikan mencapai 6,072 persen per tahun menjadi faktor pendorong utama pengembangan proyek ini.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








